Rabu, 17 Juni 2026

Puisi: Cahaya yang Pudar - karya lolos seleksi event Festival Menulis Ellunar ke- 11

 Cahaya yang pudar

Karya : Alze Nadiv

Kini tak lagi sama

Askara yang kala nya terang

Kini hanya lah remang

Menyisakan kehampaan


Lara menyelimuti asa

Kesendirian yang terasa

Merasa tak seorang pun peduli

Padanya


Ingatan yang mulai terkikis

Cerita yang telah lama usai

Kini kembali singgah

Kesendirian yang mencekik


Terbaring di atas tilam

Menatap atap yang sama

Tanpa tahu waktu


Seorang anak berdiri di samping nya

Menggenggam erat raga nya

Dua tahun silam


Tanpa seorang pun melihat

Raga yang tak lagi kuat

Dipaksa harus tegar

Adakala nya jiwa terasa lelah

Tanpa seorang pun melihat


Haiii... Terima kasih buat yang sudah membaca puisi aku, aku sangat senang kalau kalian mau meninggalkan jejak, kritik, atau saran di kolom komentar hehe.. Dan bisa jadi bahan evaluasi aku juga buat tulisan aku kedepannya. 

Btw, puisi ini terinspirasi dari kejadian nyata ya guys, mengisahkan hubungan seorang anak dan ayah. 

(bukan aku yaa, ada deh pokoknya😅) 

Oh iya guys puisi aku ini dibuku kan bareng teman-teman penulis Ellunar lainnya loh! Kalau kalian penasaran sama Puisi mereka boleh bgt loh cek buku nya di link ini yaa ekhem... Bisa lah ya di beli...ehehe 

KLIK DISINI YA! 

-Alze⋆. 𐙚 ˚

Tidak ada komentar:

Posting Komentar